Sejarah Komisariat

Napak Tilas Garis Waktu Perjuangan

Menolak Lupa, Merawat Tradisi

PMII Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang pertama kali didirikan oleh sahabat Ahmad Izzi Attakrim sebagai pionir yang membawa semangat pergerakan ke dalam kampus. Meskipun belum mengantongi legalitas resmi (SK) dari Pengurus Cabang dan belum sah menjadi komisariat, PMII UNIS dengan berani menggelar MAPABA Angkatan Pertama demi menjaga urat nadi kaderisasi. Melalui konsistensi yang luar biasa, PMII UNIS berhasil menggelar MAPABA Ke-III dan secara resmi disahkan sebagai Komisariat oleh PC PMII Ciputat. Tahun 2015 ini menjadi momentum puncak kejayaan PMII UNIS. Sejak masa kejayaan tersebut hingga hari ini, PMII UNIS Tangerang terus konsisten merawat tradisi kaderisasi yang sehat, mencetak kader militan, dan aktif mewarnai dinamika gerakan mahasiswa.

2016

Merawat Api, Melanjutkan Tradisi (2016 - Sekarang)

Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan estafet perjuangan yang harus terus dilanjutkan. Sejak masa kejayaan di tahun 2015 hingga hari ini, api pergerakan di UNIS Tangerang tidak pernah padam.

"Kaderisasi adalah urat nadi organisasi."

Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh setiap generasi kepengurusan. Dari tahun ke tahun, MAPABA demi MAPABA terus digelar, ribuan kader telah ditempa, dan regenerasi kepemimpinan terus berjalan dengan konsisten. PMII UNIS Tangerang hari ini berdiri tegak, merawat warisan semangat dari Ahmad Izzi Attakrim dan para pendahulu, serta terus berkomitmen untuk berproses, berdzikir, berfikir, dan beramal sholeh demi agama, bangsa, dan negara.

Tangan Terkepal dan Maju Ke Muka!

Salam Pergerakan!

Merawat Api, Melanjutkan Tradisi (2016 - Sekarang)
2015

Gerbang Pengakuan dan Puncak Kejayaan (2015)

Perjuangan tanpa lelah itu akhirnya menemui momentum emasnya pada tahun 2015. Arus kaderisasi bergerak sangat cepat dan masif, hingga dalam waktu singkat PMII UNIS berhasil menyelenggarakan MAPABA yang ketiga.

Dinamika dan militansi yang ditunjukkan oleh kader-kader UNIS menarik perhatian struktural yang lebih luas. Melalui proses panjang dan penuh khidmat, pada tahun 2015 inilah PMII UNIS resmi disahkan sebagai Komisariat oleh Pengurus Cabang Ciputat.

Tahun 2015 kemudian dicatat dalam sejarah sebagai Masa Kejayaan PMII UNIS Tangerang. Pengakuan resmi ini menjadi bahan bakar baru yang membakar semangat seluruh kader. Sejak saat itu, PMII UNIS menjelma menjadi salah satu kekuatan organisasi kemahasiswaan yang diperhitungkan, disegani, dan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemikir serta aktivis hebat di Tangerang.

Gerbang Pengakuan dan Puncak Kejayaan (2015)
2014

Langkah Pertama Yang berani (2014)

Satu tahun setelah benih ditanam, tunas pergerakan itu mulai tumbuh. Pada tahun 2014, PMII UNIS Tangerang dengan berani menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) untuk pertama kalinya.

Langkah ini bukanlah perkara mudah. Sebagai sebuah kekuatan baru di kampus, PMII UNIS saat itu harus bergerak di tengah keterbatasan formalitas. Surat Keputusan (SK) Legalitas dari Pengurus Cabang belum juga turun, yang berarti secara administratif PMII UNIS belum sah berdiri sebagai sebuah Komisariat. Namun, ketiadaan selembar kertas SK tidak menyurutkan api semangat para pendahulu. Bagi mereka, keabsahan PMII bukan sekadar di atas kertas, melainkan pada denyut nadi kaderisasi yang terus berdetak. MAPABA pertama sukses digelar, melahirkan angkatan pelopor yang siap merawat api pergerakan.

Langkah Pertama Yang berani (2014)
2013

Fajar Pergerakan dan Sang Pionir (2013)

Matahari pergerakan di kampus Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang mulai menyingsing pada tahun 2013. Didorong oleh kegelisahan intelektual dan semangat menyebarkan paham Ahlussunnah wal Jama'ah di lingkungan kampus, seorang kader visioner bernama Ahmad Izzi Attakrim mulai menanam benih-benih PMII.

Tahun 2013 dicatat sebagai tonggak awal berdirinya PMII UNIS Tangerang. Melalui tangan dingin Ahmad Izzi Attakrim, gagasan-gagasan pergerakan mulai ditiupkan ke dada para mahasiswa. Mesin kaderisasi mulai dirancang, meski saat itu jalannya perjuangan masih harus melewati jalan yang sunyi dan penuh keterbatasan.

Fajar Pergerakan dan Sang Pionir (2013)